Minggu, 30 Juli 2017

Memahami Teknologi Jaringan FTTx

1. Latar Belakang
 Dengan berkembangnya internet (layanan berbasis IP) dan konektivitas broadband maka
kebutuhan akan bandwith yang besar dengan kecepatan tinggi menjadi meningkat. Hal ini juga
didorong oleh operator yang berusaha memberikan layanan baru untuk meninggkatkan
keuntungannya. Operator maupun vendor telekomunikasi saat ini sedang giat-giatnya jualan produk
maupun service seperti IPTV atau Cable TV/CATV, Video on Demand yang membutuhkan bandwith
yang besar.
Saat ini jaringan ke rumah-rumah didominasi oleh jaringan kabel tetap (fixed wireline) yang
menggunakan tembaga (cooper) yang memiliki kekurangan karena dianggap tidak dapat memberikan
bandwith yang tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik. Karena hal itu orang mulai beralih ke
teknologi kabel optik untuk mendapatkan bandwith yang lebih tinggi menggunakan teknologi FTTx
(Fiber to the x) yaitu istilah generik yang digunakan untuk beberapa arsitektur jaringan fiber optik
untuk telekomunikasi yang menggantikan jaringan kabel tembaga.

2. Pengertian FTTX
Fiber to the x (FTTx) adalah istilah umum untuk setiap arsitektur jaringan broadband yang
menggunakan serat optik untuk menggantikan seluruh atau sebagian dari kabel metal lokal loop yang
digunakan untuk telekomunikasi last mile. Istilah umum berasal dari generalisasi beberapa
konfigurasi penyebaran fiber (FTTN, FTTC, FTTB, FTTH), semua dimulai dengan FTT tapi dibedakan
oleh huruf terakhir, yang digantikan oleh x pada generalisasi tersebut.
 Sistem FTTX paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat opto-elektronik yaitu 1 (satu)
perangkat opto-elektronik di sisi sentral dan 1 (satu) perangkat di sisi pelanggan selanjutnya disebut
Titik Konversi Optik (TKO). Perbedaan letak TKO menimbulkan modus aplikasi atau arsitektur FTTX
menjadi berbeda.
Industri telekomunikasi membedakan antara beberapa konfigurasi yang berbeda. Istilah-istilah yang
digunakan paling luas saat ini adalah :

1. FTTC (Fiber-To-The-Curb) atau ke-tepi jalan : ini sangat mirip dengan FTTN, tapi kabinet
lebih dekat ke tempat pengguna, biasanya dalam 300 m..
• TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik di dalam kabinet, di atas tiang
maupun manhole.
• Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga
beberapa ratus meter.
• FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti KP.

2. FTTB (Fiber-To-The-Building) atau Fiber-to-the-Basement : serat mencapai batas
Gedung, seperti di basement, lalu didistribusikan ke ruangan-ruangan yang dilakukan
melalui beberapa alternatif.
• TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi
basement. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga
indoor.
• FTTB dapat dianalogikan dengan Daerah Catu Langsung (DCL) pada jaringan akses
tembaga.
• Berdasarkan Modus Aplikasi, ada tiga Konfigurasi FTTB.

3. FTTH (Fiber-To-The Home) : fiber mencapai ke rumah, diterminasikan pada kotak di dinding luar rumah.
 arsitektur jaringan kabel fiber optik dibuat hingga sampai ke rumah-rumah atau ruangan dimana teminal berada
 TKO terletak di dalam rumah pelanggan.
 Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indor atau IKR hingga beberapa puluh meter

4. FTTZ (Fiber-to-the-Zone) : TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, baik didalam kabinet dengan kapasitas besar.
 Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer.
     FTTZ umumnya diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambahkan dengan kabel tembaga.
Jadi dapat disimpulkan bahwa inti perbedaan antara teknologi FTTx diatas adalah bagaimana kabel fiber optik disambungkan sedekat mungkin dengan terminal yang dimiliki pelanggan .



Sumber : ahambali.staff.telkomuniversity.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Nusantaraku Blogger Template by Ipietoon Blogger Template