Minggu, 10 September 2017
Minggu, 30 Juli 2017
Memahami Teknologi Jaringan FTTx
1. Latar Belakang
Dengan berkembangnya internet (layanan berbasis IP) dan konektivitas broadband maka
kebutuhan akan bandwith yang besar dengan kecepatan tinggi menjadi meningkat. Hal ini juga
didorong oleh operator yang berusaha memberikan layanan baru untuk meninggkatkan
keuntungannya. Operator maupun vendor telekomunikasi saat ini sedang giat-giatnya jualan produk
maupun service seperti IPTV atau Cable TV/CATV, Video on Demand yang membutuhkan bandwith
yang besar.
Saat ini jaringan ke rumah-rumah didominasi oleh jaringan kabel tetap (fixed wireline) yang
menggunakan tembaga (cooper) yang memiliki kekurangan karena dianggap tidak dapat memberikan
bandwith yang tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik. Karena hal itu orang mulai beralih ke
teknologi kabel optik untuk mendapatkan bandwith yang lebih tinggi menggunakan teknologi FTTx
(Fiber to the x) yaitu istilah generik yang digunakan untuk beberapa arsitektur jaringan fiber optik
untuk telekomunikasi yang menggantikan jaringan kabel tembaga.
2. Pengertian FTTX
Fiber to the x (FTTx) adalah istilah umum untuk setiap arsitektur jaringan broadband yang
menggunakan serat optik untuk menggantikan seluruh atau sebagian dari kabel metal lokal loop yang
digunakan untuk telekomunikasi last mile. Istilah umum berasal dari generalisasi beberapa
konfigurasi penyebaran fiber (FTTN, FTTC, FTTB, FTTH), semua dimulai dengan FTT tapi dibedakan
oleh huruf terakhir, yang digantikan oleh x pada generalisasi tersebut.
Sistem FTTX paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat opto-elektronik yaitu 1 (satu)
perangkat opto-elektronik di sisi sentral dan 1 (satu) perangkat di sisi pelanggan selanjutnya disebut
Titik Konversi Optik (TKO). Perbedaan letak TKO menimbulkan modus aplikasi atau arsitektur FTTX
menjadi berbeda.
Industri telekomunikasi membedakan antara beberapa konfigurasi yang berbeda. Istilah-istilah yang
digunakan paling luas saat ini adalah :
1. FTTC (Fiber-To-The-Curb) atau ke-tepi jalan : ini sangat mirip dengan FTTN, tapi kabinet
lebih dekat ke tempat pengguna, biasanya dalam 300 m..
• TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik di dalam kabinet, di atas tiang
maupun manhole.
• Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga
beberapa ratus meter.
• FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti KP.
2. FTTB (Fiber-To-The-Building) atau Fiber-to-the-Basement : serat mencapai batas
Gedung, seperti di basement, lalu didistribusikan ke ruangan-ruangan yang dilakukan
melalui beberapa alternatif.
• TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi
basement. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga
indoor.
• FTTB dapat dianalogikan dengan Daerah Catu Langsung (DCL) pada jaringan akses
tembaga.
• Berdasarkan Modus Aplikasi, ada tiga Konfigurasi FTTB.
3. FTTH (Fiber-To-The Home) : fiber mencapai ke rumah, diterminasikan pada kotak di dinding luar rumah.
arsitektur jaringan kabel fiber optik dibuat hingga sampai ke rumah-rumah atau ruangan dimana teminal berada
TKO terletak di dalam rumah pelanggan.
Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indor atau IKR hingga beberapa puluh meter
4. FTTZ (Fiber-to-the-Zone) : TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, baik didalam kabinet dengan kapasitas besar.
Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer.
FTTZ umumnya diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambahkan dengan kabel tembaga.
Jadi dapat disimpulkan bahwa inti perbedaan antara teknologi FTTx diatas adalah bagaimana kabel fiber optik disambungkan sedekat mungkin dengan terminal yang dimiliki pelanggan .
Sumber : ahambali.staff.telkomuniversity.
Dengan berkembangnya internet (layanan berbasis IP) dan konektivitas broadband maka
kebutuhan akan bandwith yang besar dengan kecepatan tinggi menjadi meningkat. Hal ini juga
didorong oleh operator yang berusaha memberikan layanan baru untuk meninggkatkan
keuntungannya. Operator maupun vendor telekomunikasi saat ini sedang giat-giatnya jualan produk
maupun service seperti IPTV atau Cable TV/CATV, Video on Demand yang membutuhkan bandwith
yang besar.
Saat ini jaringan ke rumah-rumah didominasi oleh jaringan kabel tetap (fixed wireline) yang
menggunakan tembaga (cooper) yang memiliki kekurangan karena dianggap tidak dapat memberikan
bandwith yang tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik. Karena hal itu orang mulai beralih ke
teknologi kabel optik untuk mendapatkan bandwith yang lebih tinggi menggunakan teknologi FTTx
(Fiber to the x) yaitu istilah generik yang digunakan untuk beberapa arsitektur jaringan fiber optik
untuk telekomunikasi yang menggantikan jaringan kabel tembaga.
2. Pengertian FTTX
Fiber to the x (FTTx) adalah istilah umum untuk setiap arsitektur jaringan broadband yang
menggunakan serat optik untuk menggantikan seluruh atau sebagian dari kabel metal lokal loop yang
digunakan untuk telekomunikasi last mile. Istilah umum berasal dari generalisasi beberapa
konfigurasi penyebaran fiber (FTTN, FTTC, FTTB, FTTH), semua dimulai dengan FTT tapi dibedakan
oleh huruf terakhir, yang digantikan oleh x pada generalisasi tersebut.
Sistem FTTX paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat opto-elektronik yaitu 1 (satu)
perangkat opto-elektronik di sisi sentral dan 1 (satu) perangkat di sisi pelanggan selanjutnya disebut
Titik Konversi Optik (TKO). Perbedaan letak TKO menimbulkan modus aplikasi atau arsitektur FTTX
menjadi berbeda.
Industri telekomunikasi membedakan antara beberapa konfigurasi yang berbeda. Istilah-istilah yang
digunakan paling luas saat ini adalah :
1. FTTC (Fiber-To-The-Curb) atau ke-tepi jalan : ini sangat mirip dengan FTTN, tapi kabinet
lebih dekat ke tempat pengguna, biasanya dalam 300 m..
• TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik di dalam kabinet, di atas tiang
maupun manhole.
• Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga
beberapa ratus meter.
• FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti KP.
2. FTTB (Fiber-To-The-Building) atau Fiber-to-the-Basement : serat mencapai batas
Gedung, seperti di basement, lalu didistribusikan ke ruangan-ruangan yang dilakukan
melalui beberapa alternatif.
• TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi
basement. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga
indoor.
• FTTB dapat dianalogikan dengan Daerah Catu Langsung (DCL) pada jaringan akses
tembaga.
• Berdasarkan Modus Aplikasi, ada tiga Konfigurasi FTTB.
3. FTTH (Fiber-To-The Home) : fiber mencapai ke rumah, diterminasikan pada kotak di dinding luar rumah.
arsitektur jaringan kabel fiber optik dibuat hingga sampai ke rumah-rumah atau ruangan dimana teminal berada
TKO terletak di dalam rumah pelanggan.
Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indor atau IKR hingga beberapa puluh meter
4. FTTZ (Fiber-to-the-Zone) : TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, baik didalam kabinet dengan kapasitas besar.
Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer.
FTTZ umumnya diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambahkan dengan kabel tembaga.
Jadi dapat disimpulkan bahwa inti perbedaan antara teknologi FTTx diatas adalah bagaimana kabel fiber optik disambungkan sedekat mungkin dengan terminal yang dimiliki pelanggan .
Sumber : ahambali.staff.telkomuniversity.
Rabu, 19 Juli 2017
Konsep Teknologi Jaringan Fiber Optik pada Jaringan Komputer
A. Pengertian Fiber Optik
Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik:
1). Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini.
2). Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti.
3). Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbedadengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core.
4). Streight Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optikdari gangguan secara langsung.
B. Jenis Kabel Fiber Optik
kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu :
1. Single Mode, yaitu kabel fiber optik
yang memiliki intilebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu.
2. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 85Multimode.
Karakteristik dan ciri-ciri media tipe ini adalah :
1.Maks. Bandwith 100 Mbps ~ 1 Gbps
2.Maks. kabel 2000 meter3.Soket ST (Spring Loaded Twist)
4.Topologi fisik Bus & Star
5.INnstalasi paling rumit
C. Fungsi Fiber Optik
Fungsi kabel Fiber optik adalah mengarahkan gelombang cahaya dalam satu arah lewat proses terjadinya pembiasan cahaya. Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data.Kabel jenis ini tidak terpengaruh dengan gangguan elektromagnet dan sangat sesuai digunakan di kawasan yang banyak gangguan elektromagnet dan jarak yang jauh.Kabel fiber optik mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak sama halnya dengan kabel tembaga sepertikabel UTP.
D. Kelebihan menggunakan Fiber Optik :
1. Bahannya tidak bisa berkarat
2. Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel
3. Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik
4. Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehinggatidak menyebabkan kebakaran
5. Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat
E. Kekurangan Kabel Jaringan Fiber Optik
1. Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.
2. Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.
3. Dalam proses pengiriman sinyal,karena harus dilakukan perubahansinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menunut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan pen-sinyalan seperti alat pembangkit listrik eksternal.
4. Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yangahli di bidang ini.
5. Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen sehingga dapat menyebabkan loss data.
F. Tipe Kabel Fiber Optik Menurut Aplikasi Standar.
1. Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
2. Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
3. Aerial Cable/Self-Supporting
4. Hybrid & Composite Cable
5. Armored Cable
6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
7. Simplex cable
8. Zipcord cable
G. Lima komponen utamma dalam sistem komunikasi Fiber Optik adalah sebagai berikut :
1. Cahaya Pembawa Informasi.
Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik. Cahaya, komponenalam yang memiliki banyak kelebihan ini dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.
2. Optical Transmitter (Pemancar).
Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugasuntuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan sebuah lensa yang akan memfokuskancahaya ke dalam media fiber optik tersebut. Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-macam.Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED)atau solid state laser dioda. Sumbercahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya dari pada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.
3. Kabel Fiber optik
Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini. Kabel fiber optik biasanya terdiri dari satu atau lebih fiber optik yang akan bertugasuntuk memandu cahaya-cahaya tadi darilokasi asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan proteksi untukmelindungi transmisi cahaya. Biasanya kabel fiber optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit. Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilahsplicing.
4. Optical regenerator / amplifier / repeater.
Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja.Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu,jika Anda memang bermain dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama juga. Biasanya optical generator disambungkan di tengah-tengah media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah.
5. Optical receiver (Penerima)
Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang dikirimkan. Setelah di-decode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya. Biasanya opticalreceiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti photocell atauphotodiodeyang sangat peka dan sensitif terhadap perubahan cahaya.
* Perkembangan Terkini
System terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalamfiber opticsyang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat.
Fiber optik diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline).
Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing.Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik:
1). Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini.
2). Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti.
3). Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbedadengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core.
4). Streight Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optikdari gangguan secara langsung.
B. Jenis Kabel Fiber Optik
kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu :
1. Single Mode, yaitu kabel fiber optik
yang memiliki intilebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu.
2. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 85Multimode.
Karakteristik dan ciri-ciri media tipe ini adalah :
1.Maks. Bandwith 100 Mbps ~ 1 Gbps
2.Maks. kabel 2000 meter3.Soket ST (Spring Loaded Twist)
4.Topologi fisik Bus & Star
5.INnstalasi paling rumit
C. Fungsi Fiber Optik
Fungsi kabel Fiber optik adalah mengarahkan gelombang cahaya dalam satu arah lewat proses terjadinya pembiasan cahaya. Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data.Kabel jenis ini tidak terpengaruh dengan gangguan elektromagnet dan sangat sesuai digunakan di kawasan yang banyak gangguan elektromagnet dan jarak yang jauh.Kabel fiber optik mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak sama halnya dengan kabel tembaga sepertikabel UTP.
D. Kelebihan menggunakan Fiber Optik :
1. Bahannya tidak bisa berkarat
2. Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel
3. Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik
4. Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehinggatidak menyebabkan kebakaran
5. Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat
E. Kekurangan Kabel Jaringan Fiber Optik
1. Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.
2. Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.
3. Dalam proses pengiriman sinyal,karena harus dilakukan perubahansinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menunut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan pen-sinyalan seperti alat pembangkit listrik eksternal.
4. Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yangahli di bidang ini.
5. Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen sehingga dapat menyebabkan loss data.
F. Tipe Kabel Fiber Optik Menurut Aplikasi Standar.
1. Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
2. Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
3. Aerial Cable/Self-Supporting
4. Hybrid & Composite Cable
5. Armored Cable
6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
7. Simplex cable
8. Zipcord cable
G. Lima komponen utamma dalam sistem komunikasi Fiber Optik adalah sebagai berikut :
1. Cahaya Pembawa Informasi.
Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik. Cahaya, komponenalam yang memiliki banyak kelebihan ini dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.
2. Optical Transmitter (Pemancar).
Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugasuntuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan sebuah lensa yang akan memfokuskancahaya ke dalam media fiber optik tersebut. Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-macam.Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED)atau solid state laser dioda. Sumbercahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya dari pada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.
3. Kabel Fiber optik
Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini. Kabel fiber optik biasanya terdiri dari satu atau lebih fiber optik yang akan bertugasuntuk memandu cahaya-cahaya tadi darilokasi asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan proteksi untukmelindungi transmisi cahaya. Biasanya kabel fiber optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit. Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilahsplicing.
4. Optical regenerator / amplifier / repeater.
Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja.Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu,jika Anda memang bermain dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama juga. Biasanya optical generator disambungkan di tengah-tengah media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah.
5. Optical receiver (Penerima)
Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang dikirimkan. Setelah di-decode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya. Biasanya opticalreceiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti photocell atauphotodiodeyang sangat peka dan sensitif terhadap perubahan cahaya.
* Perkembangan Terkini
System terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalamfiber opticsyang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat.
Senin, 08 Mei 2017
Pengertian blog untuk pemula
Apa sih, Blog atau Blogspot itu?
Blog ibarat sebuah wadah atau tempat, yang mana disitu kita bebas mengekspresikan atau meluangkan semua emosi atau unek2 kita, dan juga tempat untuk berbagi kreatifitas, sumber informasi, dan lain sebagainya.Secara fisik sebuah Blog terdiri dari/pasti mempunyai kriteria-kriteria tertentu,seperti adanya Header (kepala), Body (Isi Blog), Sidebar (lengan/sisi), Footer(bawah). Adapun jika ada fitur-fitur lain, seperti halnya Gadget, itu hanya sebagai element tambahan.
Bagaimana Cara untuk membuat sebuah Blog?
Pada halaman beranda Blogger, klik"Ciptakan Blog Anda" lalu buatlah sebuah Akun Google. Jika anda sudah memiliki Akun Google seperti orkut, Grup Google, Gmail, dan produk lainnya, lanjutkan dan masuk menggunakan akun yang sudah ada. Selanjutnya, pilih nama tampilan dan setujui Persyaratan Layanan Blogger. Setelah semuanya disiapkan, Anda siap untuk mulai membuat blog!Jika sudah mempunyai Blog? Lalu apa yang harus kita lakukan?
Kita tetunya bisa membuat dan mempublikasikan artikel pada Blog? maupun upload foto-foto juga Video, kumpul sesama Blogger menjalin silaturahmi, curhat-curhatan, dan lain lain. Kita bebas ingin menanamkan apapun didalam blog itu. Maksudnya, kita bisa meletakkan sebuah kode,baik itu kode tukar link,iklan dll.Lalu Apa keuntungan dari segi Materi, dari banyaknya pengunjung di Blog kita?
Yaa.. Tentunya.. Semakin banyak pengunjung pada blog kita, kemungkinan iklan yang telah kita pasang dilihat oleh pengunjung akan mendapat banyak klik dari penungjung yang menjadikan semakin besar pula tambahan dolar ke kantong kita.Banyak sekali penyedia content yang menawarkan kita (Blogger) yang mempunyai blog dengan trafik tinggi untuk menjadi publisher, dan dengan memasang kode iklan (AdSense, Text Link-Iklan, AdBrite,dll) pada suatu Blog, yang akan membayar kita jika ada pengunjung yang mengklik iklan yang kita tampilkan pada blog kita. tentu jika blog kita rame, akan semakin besar pendapatan kita melalui banyaknya klik dari pengunjung blog kita.
Langganan:
Komentar (Atom)